Monday, February 8, 2016

Jalan-jalan ke tanggul lumpur Lapindo

Minggu kemarin aku mengantar istri ke rumah temannya. ya daripada bosen sekalian bawa kamera Fujifilm yang sudah lama gak aku pakai dan menuju ke tanggul lumpur lapindo karena dekat dengan rumah teman istriku. awalnya aku berencana kesana setelah pulang, tapi karena yang di tuju orangnya belum sampai rumah ya sudah ke tanggul lumpur saja duluan, nanti setelah sampai rumah teman istriku baru deh kesana.

hari minggu rmai-rmainya tanggul lupur karena banyak orang lewat mampir ke sini. bahkan ada banyak bule yang berwisata kesini mungkin sekedar ingin tau. berarti terkenal sekali tanggul lumpur ini, sampai-sampai bule berwisata kesini. memang pemandangannya bisa di bilang asik ya asik tapi ini kan bencana ya gak pantes juga di bilang begitu.apalagi di musim hujan pemandangannya tambah indah karena rerumputan tumbuh jadi pengunjung makin banyak karena tanggulnya seperti sik untuk di kunjungi.


pipa raksasa yang terbuat dari besi sudah terlalu lama dan berkarat sehingga di ganti dengan yang baru terbuat dari bahan yang tidak berkarat seperti karat atau apalah itu. jadi pengelola belajar dari kesalahan sebelumnya yang memakai besi jadinya lama-lama berkarat.

kalau lurus menuju tempat yang bisa melihat keseluruhan tanggu lumpur dan mungkin di tarik biaya. kalau belok kiri menuju danau lumpur, ya aku belok kiri saja akhirnya biar gak jauh-jauh apalagi kalau lurus buntu gak bisa naik ke tanggul (gambar di bawah)



entah benda apa ini? 

Masjid yang terbengkalai, sayang sekali. tapi kalau tidak salah masih di pakai walau gak banyak yang kesitu. 











burung bangau banyak ditemui di tanggul lumpur




kapal penghisap lumpur kayaknya

kapal penghisap lumpur saat beroperasi. menyedot lumpur yang masih cair dan di alirkan ke sungai porong. sepertinya di bantu oleh mobil bego (dalam bahasa jawa, bahasa indonya gak tau hehehe). tugas mobil bego ini memperdalam lumpurnya biar kapal bisa lewat.



lurus terus menuju jalan mendekat ke pusat smeburan lumpur



nah disini pengunjung bisa santai duduk-duduk di situ sambil memesan makanan/minuman karena sebelahnya ada warung di tengah danau lumpur. 



 

ini sebenarnya menuju mendekat ke semburan lumpur lapindo, tapi makin lama makin tenggelam karena lumpur meninggi

semburan terlihat dari sini, bila ingin mendekat bisa saat musim kemarau karena lumpur banyak yang mengering. kalau hujan begini bahaya bisa ambles.

aliran lumpur dari pusat semburan




No comments: