Sunday, August 13, 2017

Pantai Lenggoksono - Malang

Sekitar 3 Minggu lalu aku touring bersama adik ipar dan ispar untuk ke banyu anjlok/watu anjlok Malang. jadi ya kita harus ke Pantai Lenggoksono dulu soalnya transitnya memang disitu dulu. aku berangkat pagi sekali habis subuh sudah siap-siap bair pulangnya gak kemalaman, maklum kalau terlalu lama kangen sama anak hehehehe. jam 5 berangkat ke rumah ispar dan setengah 6 kami sudah berangkat 3 orang 2 motor. ya agak menggebu dikit tapi gak terlalu cepat sih, kami sampai di sana kurang lebih jam 9. jaraknya ternyata lebih jauh dari jalan ke Gua Cina soalnya jalan mau ke Gua Cina belok kanan, itu masih lurus beberapa kilometer. setelah itu keselatannya juga jauh seperti jarak ke Gua Cina/Sendang Biru.

setelah 3 jam kurang lebih naik motor ternyata sudah mulai sampai. dari sini pantai sudah dekat tinggal turun sedikit tapi curam, sampai deh. perlu di ingat juga jalan ke pantai lenggoksono ini naik turun luamyan ekstrim lho, jadi bila mau kesini perlu cek kesehatan motor dan ban, bila sudah normal baru oke deh kesini. bahkan tanjakannya sama seperti ke Bromo dari lautan pasir balik lewat jalur Pasuruan super tajam tanjakannya, tapi jauh lebih panjang dari itu. jadi harus benar-benar di persiapkan kalau bawa motor. berangkatnya kita cuma turun kebanyakan, tapi baliknya tentu juga kebanyakan menanjak. saat hampir sampai akan kelihatan dari atas pantai lenggoksononya begitu indah di apit gunung di sebelahnya plus kayak membentuk melingkar gunungnya di tengah laut sehingga agak tertutupi ombaknya. walaupun begitu ombaknya masih cukup besar dan bisa buat surfing. pokoknya mau sampai akan melihat pemandangan yang cukup indah.


sampai disini ternyata ada yang datang duluan, mungkin malam datangnya jadi pagi sudah ada disitu. dari plat nomornya kan L (Surabaya), pasti ektra jauh apalagi kalau bawa mobil gak bisa cepat kayak motor.


sesampainya di sana ada ojek yang mau nawarin ke pantai watu anjlok Rp.50.000/orang, tapi ispar dan adik ipar menolak karena ingin naik perahu lebih seru dan aman, soalnya teman adik ipar bilang agak bahaya lewat jalan motor soalnya sebelah jalan pas itu jurang, bila himpitan dengan warga sekitar dari lawan arah bawa rumput agak kesulitan ya pasti ngeri kan. benar apa gaknya aku gak tau soalnya gak nyoba sendiri, adik ipar dan si ispar kan bayar sendiri-sendiri mereka lebih suka naik kapal ya aku jadinya bareng saja sekalian, kan gak mungkin berangkat sendiri-sendiri aku naik ojek. jadi kata tukang ojek agak siang soalnya ombak tinggi, jadi harus bersabar. setelah itu kan sambil nunggu aku foto-foto disini dulu, biar eksplor keindahan pantai lenggoksono.

disni sebelah paling timur pantai, ada sungai lagi penuh airnya, jadi turun ke pantai dari aspal agak banjir, soalnya nyebrangi suangai masuk ke pantainya. tapi tentu dangkal suangainya soalnya mobil dan motor bisa lewat dengan mudah walau air dalam keadaan penuh di sungai. malahan kadang ombak menyapu sungainya yang mulai asat jadi terisi lagi walau segera asat lagi. di sini spotnya asik kok buat foto foto di semua arah.


menoleh ke barat hmm masih asri pantainya.


ombaknya masih besar nih, bisa berangkat naik perahu gak ya? dalam pikirku begitu.




disini banyak bebatuan besarnya selain pasir, jadi membuat pantai ini agak beda dengan pantai lainnya. di sebelah barat juga banyak batunya tapi kecil-kecil (kerikil).


menoleh ke Barat pemandangan indah menghampar.


perahu berjejeran di pantai ini, di sepanjang pantai jadinya dipenuhi perahu biru.


anak kecil main sendirian gini, ortunya gak kutir?


nah kan, gunungnya melingkar, jadi air yang masuk gak terlalu besar ombaknya, walau gitu masih bisa sufirng, kalau gak melingar mungkin akan jauh lebih besar ombaknya dan sangat bahaya.




disini mulai ada yang main di pantai.


foto di tengah pantai berbagai arah, dari ke timur, tengah sampai barat. (gambar atas tulisan ini dan di bawahnya).


pasirnya gak terlalu hitam dan gak putih, jadinya coklat begini. tetap indah dan bisa dikinkati keindahannya.


nah kebarat dilarang mandi ada batasnya tuh, mungkin ombaknya lebih besar, sehingga diberlakukan larangan ini. aku juga gak mau jauh-jauh, sendiri pula. ya sampai sini saja aku foto-fotonya. kalau saja casper dan adik ipar ikut menemani, gak beristirahat ya asik bisa terus eksplor.


nah di batas ini sudah bukan pasir, melainkan kerikil yang mengisi pantai bagian barat ini.



oke, akhirnya balik lagi ke timur nyamperin ispar dan adik ipar yang lagi santai menunggu keberangkatan kapal.








nah ada orang habis surving, aksinya keren lho, sayang gak kerekam. terlalu cepat kejadiannya dan lambat mau buka kamera sudah selesai.sangat di sayangkan.



nah sesampainyinya di tempat peristirahatan pengunjung, aku mulai mengajak mereka lihat-lihat perahu siapa tau ada yang berangkat. dan kejadian gak mengenakkan terjadi disini. ini akan menjadi perjalananku yang paling pahit yang pernah aku alami dan semoga gak terulang kembali.

Kejadian gak mengenakkan saat di pantai lenggoksono :

sebelumnya aku hanya bilang gak ada maksud untuk menjatuhkan pihak manapun, yang aku tulis ini murni yang aku alamai dengan teman-temanku (adik Ipar dan Ispar). oke lanjut ceritanya. ya boleh di skip saja bila gak ingin baca sahabat sekalian. nah sesampainya di peristirahatan ini aku mulai mencari perahu siapa tau ada yang berangkat. flashback sebelum itu (gak aku ceritakan di atas soalnya yang bagian bawah ini khusus cerita gak enaknya). saat sampai selalu saja ojek dengan ramai menawari naik. walau ramah-ramah begitu perkataannya agak memaksa. kamipun terus menolaknya dan si ojek sampai bilang pearhu gak akan berangkat pagi, soalnya ombak besar, padahal setelah aku tau ombak seperti itu nyatanya tetap berangkat bila penumpangnya sudah cukup banyak untuk berangkat. aku melihatnya dari mata kepala sendiri. karena dari awal aku tertipu ya gak langsung berangkat nunggu-nunggu perahu dulu di tempat peristirahatan pengunjung tadi. kalau saja gak tertipu kemungkinan berangkat ke watu anjlok sangat tinggi. 

oke, balik dari flashback habis foto-foto. aku tunggu gak berangkat-berangkat ya aku jalan-jalan saja ke barat di perkampungan depan pantai ini. ternyata disana ada tempat pendaftaran naik perahu perorang Rp.60.000. nah sekedar tanya boleh kok disitu. awalnya ini petugasnya ramah. kemudian aku ya bertanya bersama adik ipar. katanya perahu bisa bisa berangkat kapapnpun asal penumpangnya mencukupi. minimal 8 maksimal 10 penumpang. nah disitulah aku baru nyadar tukang ojek mengelabui kami yang akhirnya jadi gak berangkat-berangkat. akupun deal naik perahu menunggu penumpang lain. di depan sudah ada menunggu 3 dan aku 3 orang. tinggal 2 lagi. kebetulan di pristirahatan pengunjung di sebelah timur ada 2 orang mau naik juga, malah sudah berangkat dari malam 2 orang (pacaran). nah pas sekali, akupun berangkat menghampiri mereka. merekapun mengiyakan dan aku kembali ke tempat pendaftaran. masalahnya ini orang ternyata gak langsung berangkat aku bilangin, dia lelet dan santai gitu. 

ya jadinya timbul masalah lainnya. dia datangnya telat ada orang lain 7 orang datang dan naik perahu, lalu dengan sepihak petugas pendaftaran langsung menerima mereka dan memberangkatkannya dengan 3 orang yang lebih awal daftar dariku tadi. jadi pas 10 orang berangkat. aku dan teman-teman-teman protes gak di gubris! sampai akhirnya 2 orang tadi sampai dan terlambat gak jadi berangkat. kalau saja gak telat datang dia ya berangkat. tapi masalah utamanya bukan dia kalau di telusiri. ya jelas petugasnya. adik ipar dengan jelas mengatakan ada 2 orang lagi dan sedang di panggil jadi jumlah penumpang pas batas minimal 8 bisa berangkat (petugasnya mengiyakan sesuai kesepakatan), walau ada orang lain datang kan kami duluan yang datang seharusnya kami yang berangkat. jadi seharusnya kami berangkat duluan karena sudah daftar lebih awal daripada 7 orang tadi. nyatanya kami yang duluan di tinggalkan! biarpun belum datang 2 orang tapi kan sudah 8 orang terdaftar sehingga pas bisa berangkat saat itu juga. jadi mentang-mentang pas 10 karena di tambah 3 orang yang daftar sebelum kita,  kami di kobankan demi keuntungan lebih banyak.

mentang-mentang kami yang butuh kami di terlantarkan! kamipun butuh 3 orang lagi untuk berangkat, sehingga gak bisa langsung berangkat. kalaupun ngotot kami menanggung 3 orang lainnya yang gak ada sehinga bayarnya akan lebih tinggi dan semuanya enggan begitu, akupun juga berpikir begitu. walaupun sudah jelas-jelas di korbankan ini orang yang awalnya ramah jadi acuh tak acuh. kami dicuekin gak di gubris dan dengan enak bilang nunggu 3 orang lagi, kalau gak mau ya yang 3 lagi dibebankan berlima! kan kalau kami berdelapan tadi di berangkatkan lalu yang 7 nanggung 1 orang jadi ringkan kan, itu bisa menyelesaikan masalah dan 7 orang tadi pasti mau, tapi nyatanya tidak, mereka malah di berangkatkan seperti kataku tadi. sebelnya lagi 2 cewek  seakan nadanya meledek kami. sudah menelantarkan penumpang (kami), dia gak minta maaf malah mentang mentang dan kami di tinggal pergi main-main sama warga sekitar dan bongkar-mongkar motor! 

asli 100% gak ada rasa bersalah ngorbankan kami seakan gak terjadi apa-apa dan gak ada kesalahan. malahan di tinggal pergi. yang jaga loket satunya ya aku bilangin minta tolong juga gak mau! kami seakan mengemis di petugas pendaftaran agar bisa segera naik perahu! konsumen adalah raja, disana jadi omong kosong belaka! yang iya di injak-injak tanpa rasa bersalah dan siap di korbankan demi keuntungan yang lebih banyak. sungguh parah sekali di Pantai Lenggoksono ini. sudah ojeknya nipu, pelayanan petugas pendaftaran naik perahunya seperti ini, parah sekali. perlakuan pada konsumen sangat gak layak sekali. tentu aku nulis ini belum tentu semua orang akan mengalainya, jadi bila ingin kesana ya gak ada masalah. cuma aku kebetulan saja yang apes dan malah di terlantarkan. bilang maaf saja tidak, malah di tinggal. siapa coba yang gak marah? aku cuma sayang saja, wisata seramai dan seasik ini ternodai oleh kebusukan hati beberapa orang yang gak bertanggung jawab yang rela ngorbanin orang demi keuntungan sendiri. 

pertama tukang ojek tadi sudah bohongin kami, kalau saja gak di bohongin dan pergi langsung nyari perahu di pendaftaran asli langsung berangkat, walau yang 2 lelet kan jalan santai juga sampai dan berangkat, berhubung ketipu gak langsung berangkat dulu sampai di srobot orang seperti ceritaku tadi. sesampainya di pendaftaran naik perahu juga gitu, kita malah dengan sengaja disrobotkan oleh petugasnya demi mendapat penupang lebih banyak padahal ber 8 sudah bisa berangkat. ya semoga saja sahabat yang touring/ngetrip kesana gak mengalami hal sepertiku. jadi tipsnya di bawah ini. ya awalnya kami bersabar untuk nunggu penumpang lain, tapi karena gak kunjung datang dan kesiangan takut pulang malam kasian anakku ya aku pulang saja berlima dengan 2 orang tadi yang ternyata rumahnya masih sekabupaten denganku.

 kami pulang agak jauh kemudian banyak yang datang, tapi hati kami terlanjur sakit dan terlalu lama menunggu akhirnya kuputuskan pulang saja. kita mau balikpun bayar lagi tiket masuknya yang ukurannya mahal untuk sebuah pantai seperti itu daripada pantai lainnya. apalagi kan pantai itu buat transit saja aslinya. Rp.10.000 memang sedikit, tapi kami ber 3 segrup tadi pastinya kena biaya masuk lagi plus motornya juga bayar kena tarif. sama saja kami menyia-nyiakan waktu dan uang tadi, baru mau bayar lagi sekarang. ya karena sudah terlanjur sebel dan marah tingkat tinggi kami pulang saja.

tips ke pantai watu anjlok/banyu anjlok :

1. bila ingin ke watu anjlok naik perahu biar gak nunggu penumpang terlalu lama berangkatnya bikin agak siang, jangan terlalu pagi karena belum banyak yang datang dan gak akan bisa naik perahu sebelum terkumpul minimal 8 orang. soalnay aku kesana sampai pagi gak ada sama sekali orang lain yang datang, pas agak siang ternyata banyak juga. jadi lebih baik sampai sana siang sudah banyak barengannya. tapi resikonya ya watu anjloknay sudah ramai.

2. bila mau langsung berangkat ya berangkat rombongan saja minimal 8 orang pasti berangkat itu pas delapan.

3. jangan percaya tukang ojek bila alasan ombak besar perhau gak berangkat, segera saja menuju kependsftaran naik perahu dan tanyakan langsung. 

3. kalau ingin cepat sampai watu anjlok tapi nunggu ngumpul minimal 8 dan lama gak ada yang datang gak ada salahnya naik ojek Rp.50.000/orang daripada naim perahu bila nayri cepatnya. kalau ini bisa brangkat pagi, bgitu datang kemudian bisa langsung naik ojek.

kami bertiga pulang dengan rasa marah dan kecewa walau aku gak kecewa amat karena sudah berhasil mengabadikan gambar di pantai lenggoksono lumayan banyak. kecewa dan amrah iya, tapis eidkit terobati akrena dapat beberapa foto gak terllaus ia-sia amat. kamipun ke tujuan lain yang dekat biar sisa waktunya bisa dinikmati. sekali lagi aku katakan pada sahabat sekalian gak ada niatan menjatuhkan, aku hanya share pengalamanku saat perjalanan ke pantai lenggoksono tujuan utama watu anjlok apa adanya. contoh dulu ke pantai bantu bengkung aku bilang asik tapi yang kurang  gak ada tukang parkirnya jadi harus hati-hati, kemudian pihak pengelola langsung kontak aku bahawa disana walau gak ada tukang pakrirnya di jamin aman dan bila ada apa-apa langsung lapor ke petugas, dan akan segera di respon dengan cepat. seketika itu pula aku langsung revisi. nah seperti itu kasusnya gaka da niatan macam-macam hanya share apa saja ayng aku alami disana. untuk ke batu bengkung lebih jelasnya click saja pantai batu bengkung yang ke 1 di pojok kanan blog ini kan ada deretan pantai yang bisa di click. segini saja dulu kisah perjalananku, sampai jumpa di perjalanan berikutnya.


No comments: